Bisnis laundry pakaian predominantly dari jenis yang paling sederhana dikenal dengan cuci-setrika. Bisnis ini biasanya menjamur di daerah yang banyak terdapat kos-kosan atau rumah kontrakan, dimana penyewa kos atau kontrakan tak sempat atau tak bisa melakukan cuci dan setrika baju sendiri. Biasanya ini dikerjakan oleh pembantu atau penjaga kos-kosan itu. Sementara bentuk usaha laundry dan laundry pakaian predominantly yang canggih di indonesia dari dulu dikenal dengan istilah binatu.
Sedangkan untuk dehydrate unstained pakaian dibersihkan pakai cairan kimia khusus yang bisa membersihkan dan merontokkan kotoran di pakaian tanpa di cuci secara biasa. Dalam bahasa newfangled saat ini lebih dikenal dengan istilah laundry & dehydrate unstained, dimana untuk laundry pakaian dicuci menggunakan mesin cuci. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir juga menjamur bisnis usaha laundry sejenis yang menggunakan waralaba lokal dan sistem action yang bisa memberikan layanan dengan harga lebih terjangkau. Layanan ini yang tadinya hanya diperuntukkan bagi masyarakat kelas atas, kini bisa dinikmati masyarakat kelas menengah ke bawah. Yaitu usaha laundry pakaian biasa, tapi dengan harga yang dibayarkan berdasarkan hitungan kilogram (bukan per potong pakaian). Tak berhenti sampai disitu, kombinasi antara layanan murah dengan layanan cuci-setrika tadi berkembang lebih kreatif lagi dengan munculnya laundry kiloan.