Ada form bisnis yang belum banyak dikenal orang, yaitu bisnis waralaba bibit kelapa sawit. Pasalnya, saat ini waralaba sangat berprospektif di Indonesia. Keuntungannya, berdasarkan kelayakan usaha, pewaralaba telah balik modal dan mendapatkan keuntungan bersih lebih dari 60% dalam jangka waktu satu tahun.Ada tiga jenis waralaba bibit kelapa sawit, yaitu waralaba varietas, waralaba benih, dan waralaba bibit. Bentuk waralaba varietas mengharuskan sumber benih berasal dari hasil program pemuliaan dalam bentuk kecambah induk Dura atau Pisifera.
Sementara itu, bentuk waralaba benih sumber benihnya berasal dari persilangan Dura dan Pisifera yang sudah teruji kualitasnya dan dijual secara luas kepada sewaralaba. Salah satu kelebihan bentuk waralaba ini adalah keuntungan yang didapatkan berlangsung terus-menerus selama tanaman masih menghasilkan benih. Kelebihan bentuk waralaba ini, penerima waralaba dapat memasarkan benih tanpa membangun kebun induk.
Terakhir, waralaba bibit mengharuskan sumber benih untuk menyerahkan kecambah dengan tujuan dibibitkan oleh penerima waralaba mengikuti persyaratannya. Bentuk waralaba ini sangat cocok dan mudah dilakukan oleh perorangan dan swasta sebagai penerima waralaba. Misalnya, memiliki modal, lahan, dan pengalaman di bidang pembibitan kelapa sawit. Kelebihannya, modal dan areal yang digunakan relatif kecil.
Latar belakang munculnya bisnis waralaba kelapa sawit merupakan solusi dari permasalahan bibit yang rendah kualitas. Selain itu, banyaknya oknum-oknum yang menjual bibit asal dengan kualitas rendah menjadikan bibit unggul tidak terserap oleh petani. Pasalnya, benih yang berkualitas biasanya hanya tersedia di lokasi sentra pengembangan komoditasnya.
Melalui waralaba, bibit yang dihasilkan dan diperoleh oleh petani benar-benar berkualitas unggul. Hal ini dikarenakan pemilik varietas memberi izin dan memberikan bimbingan teknis kepada penerima waralaba. Selain itu, juga adanya sistem pengawasan ketat, seleksi, dan supervisi secara berkala.
Selanjutnya, penerima waralaba akan memberikan keuntungan berupa royalti sehingga peneliti memiliki modal untuk menciptakan varietas unggul.
Indonesia yang merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, menjadikan waralaba bibit kelapa sawit cukup diminati dan memiliki prospek bisnis yang cerah. Jumlah pesanan pesanan terus meningkat. 2007) menjadi 240 juta (th. Dari 224 juta butir (th. 2008).
Anda tertarik? Untuk mendalami sekitar bisnis waralaba ini secara detil dan praktis, Anda bisa menemukannya di buku Meraup Untung dari Bisnis Waralaba Bibit Kelapa Sawit in exact yang ditulis oleh Ir.
Alfred Sipayung, & Hendra H. Masra Chairani Dalimunthe, Ir. Sipayung, SP., MM.